Get Gifs at CodemySpace.com

Rabu, 11 Juli 2012



CITA-CITA
MENCIPTAKAN ALAT YANG DAPAT MENDETEKSI KEGIATAN APA SAJA YANG DILAKUKAN BAYI SELAMA DI DALAM KANDUNGAN

Setiap ibu pasti ada rasa ingin tau terhadap bayinya. Ibu pasti ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh si bayi tersebut. Dalam mendeteksi keadaan bayi dalam kandungan, biasanya masyarakat menggunakan alat USG (Ultrasonografi). Sekalipun alat ini dipercaya sebagian kalangan dapat memberikan informasi yang akurat, tetapi tetap saja informasinya bernilai sebuah dugaan yang beralasan, belum sebuah kepastian



Untuk itu, aku bercita-cita menciptakan alat yang dapat mendeteksi kegiatan apa saja yang dilakukan bayi selama dalam kandungannya. Alat itu dapat mengetahui secara jelas, seperti 10dimensi. Alat itu lebih dari USG. Dan sudah terbukti kepastiannya. Aku menginginkan alat itu dipergunakan ibu sebaik-baiknya. Agar ibu dapat senang melihat kegiatan bayinya di kandungannya.



Dalam Islam tidak diharamkan mendeteksi janin. Dari keterangan ucapan para ulama dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Kita boleh memeriksakan kandungan dengan alat kedokteran USG (ultrasonografi) untuk mengetahui jenis kelamin calon bayi.
  2. Tidak mungkin al-Qur’an dan hadist yang jelas bertentangan dengan fakta.
  3. Alat untuk mengetahui jenis janin tidaklah bertentangan dengan syariat karena hal itu bukanlah lagi perkara ghaib yang khusus diketahui oleh Allah.
  4. Alat tersebut sekedar perkiraan saja dan tidak boleh dipastikan.
  5. Barang siapa mengaku mengetahui jenis bayi yang belum tercipta maka itu adalah kedustaan dan ramalan belaka.

Minggu, 03 Juni 2012

Cerita Praktek KDPK ku



Pengalaman praktek KDPK ku menyenangkan. Aku kebagian praktek di RSU Dr. R Soetrasno – Rembang. Sebelumnya aku sempat kaget kebagian di kota itu, yang terkenal jauh dan panas. Tapi itu suatu hal yang menarik bagiku.
Hari minggu, 20 mei 2012 aku mulai persiapkan semua barang-barang bawaanku untuk disana. Dari rumah aku sudah mulai kebingungan mempersiapkannya karna ini adalah pertama praktekku. Sore hari sampai di asrama, kamar berantakan sekali. Semua mempersiapkan barang-barang yg dibawa sendiri-sendiri. Semua kelihatan sibuk dengan sendirinya.





Senin, 21 mei 2012 adalah hari pemberangkatanku. Jam 04.00 aku sudah bangun. Aku melanjutkan persiapanku berangkat ke kota Rembang. Persiapan, mandi, makan sampai pukul 07.00 mahasiwa yang ditempatkan di RSU Dr. R Soetrasno – Rembang pun berangkat menaiki mobil Elf dan didampingi Pak Sholeh. Sebelumnya kami menjemput pembimbing kami Kholisatul Hikmah , SSiT . Pemberangkatan dimulai, kami menempuh Kudus-Rembang 1,5 jam. Sampai di kos pukul 08.30. Alhamdulillah kami mendapat kos dekat dengan rumahsakit dengan ibubapak kos yang ramah. Kami memilih untuk makan dari kos, agar makan kita teratur.
Pukul 10.00 tepat kami tiba dirumahsakit, kami langsung menuju ruang pertemuan Diklat RS yang ada dilantai 2. Kami menunggu Direktur RS , dan beberapa Kepala Ruang tempat kita praktek diantaranya ruang dahlia bougenville dan IGD. Pukul 11.30 kami memulai acara penyerahan mahasiswa dengan pihak RS. Dan acara tersebutpun berjalan dengan lancer dan terkendali. Setelah itu kami orientasi tempat dengan didampingi bapak Toto Aryanto, S.Kep (CI ruang IGD). Setelah mengelilingi RS, kami pun mulai penempatan diruang masing-masing.
Hari pertamaku sift pagi di Ruang Bougenville. Ruang Bougenville merupakan ruang bedah. CI Ruang bougenville sendiri bapak Dwi Nugraha, S.Kep. Aku kebagian jaga dengan Hani, Fitri dan Karin. Pertama kami tidak mengerti apa yang harus kami lakukan disana. Akhirnya kami menemui CI Bougenville dan kami mendapat tugas untuk belajar EKG (Elektro Kardio Grafik) yaitu alat untuk memeriksa detak jantung pasien. Alat tersebut sering digunakan pasien sebelum diadakannya operasi.





Kami belajar dengan Bu Nina, perawat diruang itu. Diruang itu terdapat 5 perawat. Pertama mereka acuh terhadap kedatangan kami berempat diruangan itu. Kamipun tak betah diruangan itu. Sift pagi berlangsung dari jam 07.00 hingga 14.00 . Jam berjalan sangat lama bagi kita. Rasanya kami ingin cepat kembali ke kos. Setelah belajar EKG kami dipersilahkan pulang tepat jam 14.00.
Sesampai di kos, kami merapikan barang bawaan kami. Aku tidak nyaman hidup di kota ini. Ingin rasanya aku pulang di kota kelahiranku. 3hari hidup di kota ini aku sakit, badan terasa gak enak, meriang, batuk, dan pilek. Udara di kota ini sangat panas, membuatku tak nyaman.
Selasa 22 mei 2012 aku sift pagi. Pukul 07.00 aku sampai disana. Pertama aku melakukan forbedden, merapikan tempat tidur pasien. Setelah itu aku pergi ke apotik IGD didepan mengatar resep obat milik pasien yang terkena penyakit DM. Akupun dapat mengganti infus pasien yang sudah habis, dengan memperhatikan tiap tetesannya permenit. Aku mengambil darah pasien bernama bpk Ashari untuk diperiksa dilaboratorium. Tetapi aku melakukannya dengan didampingi perawat dari ruang Bougenville itu. Mereka belum sepenuhnya melepas kita untuk memeriksa sendiri, akupun masih belajar lebih banyak lagi disana. Pukul 10.00 semua pasien di beri obat , dengan injeksi intraselang (IS). Aku juga membantu perawat dalam injeksi tersebut. Di Ruang Bougenville sering dilakukan ganti balut setiap paginya. Hal ini dilakukan agar luka tetap bersih setiap hari, dan luka lama kelamaan akan membaik.





Selain praktek kami juga mendapat tugas untuk membuat buku laporan tulis, dan ketik. 1 tugas kelompok, dan 1 makalah seminar. Kami disini juga akan melaksanakan seminar yang dihadiri para CI, dosen kami, dan para tamu undangan. Seminar yang berisi tentang perasat yang kita lakukan di Rumah Sakit.



Setelah berhari-hari berjalan memang kami sudah akrab dengan para perawat disana, karena setiap hari bertemu. Mereka juga membimbing kita, member banyak pelajaran kepada kita. Memang sebelum berangkat kerumah sakit aku merasa malas sekali, tetapi setelah disana aku merasa senang membantu pasien-pasien agar mereka cepat sembuh. Aku merasa bangga, terkadang aku sering dipanggil “Bu Suster” . Ya akupun memakluminya , karena aku sering merawat mereka, memberi obat, membenarkan infus mereka, mengantarkan untuk rontgen atau laborat maupun mengantar mereka sampai pintu depan RS saat mereka dinyatakan sembuh dan akhirnya pulang.
Kini aku merasa senang menjadi orang kesehatan, ternyata ini semua tindakan terpuji dan bermanfaat bagi semua orang. Tidak salah jika orangtuaku memang menginginkan aku menjadi seperti ini. Praktekku sungguh menyenangkan, ini ceritaku gimana ceritamu kawan ??  :)

Rabu, 25 April 2012




PROFIL DESA KALIPUTU
KUDUS, Jawa Tengah



Kabupaten Kudus merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang letaknya di pantai utara Jawa, yang dikategorikan sebagai kota kuno, yang dikenal sebagai kota bersejarah. Kecamatan Kota Kudus selain sebagai Kota Industri, juga sebagai pusat perdagangan daerah sekitar bahkan luar daerah, diantaranya Pasar Kliwon di Desa Nganguk dan Mal Ramayana di Desa Barongan, serta sentra industri yang tersebar di Desa dan Kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Kudus.
Kaliputu merupakan salah satu desa di Kecamatan Kota. Batas-batas wilayah kecamatan Kota yaitu :
Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Dawe
Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Jekulo
Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Jati
Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu
Kecamatan ini berada di dataran rendah dan berada pada ketinggian 31 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Kota Kudus beriklim tropis, dengan curah hujan 94 mm per tahun dan suhu 22-34°C.

Kecamatan Kota Kudus sebagai Kota Industri mampu menyerap banyak tenaga kerja. Sentra Industri yang terbesar di daerah Desa Kaliputu salah satunya adalah Pabrik Rokok, diantaranya industri Rokok PT Djarum Kudus, PR Nojorono, yang memiliki pengaruh besar baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun partisipasinya dalam pembangunan. Ada juga Industri Kecap THG, macam-macam perusahaan roti, sirup, jamu tradisional dan aneka makanan khas Kudus diantaranya Keciput Barokah.
Jenang merupakan makanan khas Kabupaten Kudus. Terbuat dari tepung beras ketan, gula, santan, mentega, vanili, dan aroma rasa buah-buahan. Sangat cocok untuk hidangan pada saat acara-acara resmi atau santai. Jenang juga cocok untuk di konsumsi di segala kondisi cuaca baik musim hujan maupun kemarau.
Salah satu perusahaan Jenang di Desa Kaliputu :
Nama Perusahaan : KAROMAH
Alamat : Jl. Sosrokartono 263 Kudus
Kontak Person : Zaenal Arifin



Makanan Jenang dikemas dengan kemasan yang menarik dan eklsusif, makanan jenang juga tersedia dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan konsumen, tersedia juga berbagai macam pilihan rasa yang pasti nikmat dan lezat.

Di Desa Kaliputu terdapat 48 industri jenang skala besar maupun kecil. Jenang Kudus Mubarok yang berada di lain desa pun cikal bakal industrinya berangkat dari Desa Kaliputu dan berkembang menjadi yang produsen jenang kudus yang terbesar di kabupaten kudus. Setiap industri jenang di desa tersebut menyerap 15-50 tenaga kerja. Setidaknya ada sekitar 960 warga yang bekerja di sektor industri jenang dari total jumlah penduduk di Desa Kaliputu 2.094 orang.
Jenang merupakan ekonomi unggulan Desa Kaliputu sekaligus Kudus. Melalui industri jenang inilah setiap hari asap dapur warga selalu mengepul.Oleh karena itu, supaya kisah jenang diketahui lintas generasi di Kudus, Suyadi menambahkan, Kirab Tebokan akan dilakukan terus setiap tahun dengan harapan generasi berikutnya tidak akan malu bekerja sebagai pembuat jenang serta mau melestarikan makanan khas Kudus itu.
Nilai dan norma di Desa saya sangat penting. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal satu sama lain. Sikap dan perbuatan yang tolong menolong serta simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih. Dan saling gotong royong antar tetangga.


Gambaran kesehatan desa kaliputu

Pola hidup sehat masyarakat Desa Kaliputu dipengaruhi oleh beberapa fasilitas kesehatan yang dimiliki desa tersebut. Fasilitas kesehatan yang dimiliki adalah 4 buah posyandu di setiap RW dan 1 Poskemas. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan yang berada di Desa ini hanya 2 bidan yaitu :
1.Sari Avini, Amd.Keb
2.Bidan Indah S
Jl.Sosrokartono No.508A Kaliputu Kudus.
Telp.081.2289.9129
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin setiap bulan di Posyandu setiap RW. Di desa Kaliputu terdapat 4 posyandu yaitu :
  • Posyandu pertama diadakan di RW 1 setiap tanggal 14
  • Posyandu kedua diadakan di RW 1 setiap tanggal 16
  • Posyandu ketiga diadakan di RW 2 setiap tanggal 14
  • Posyandu keempat diadakan di RW 3 setiap tanggal 15
Kegiatan Posyandu adalah penimbangan anak-anak, pemberian imunisasi, pemeriksaan rutin ibu Hamil.
Lembaga kesehatan lainnya adalah Pos Kesehatan Desa (PKD) KALIPUTU UPT PUSKESMAS RENDENG KUDUS. Beberapa informasi yang didapat dari bidan PKD desa Kaliputu adalah mengenai fasilitas kesehatan, program puskesmas, dan penyakit-penyakit yang pernah terjadi di sekitar Kecamatan termasuk Desa Kaliputu. Pada umumnya, fasilitas kesehatan di puskesmas belum memadai. Program pelayanan kesehatan masyarakat salah satunya adalah pemberian jaminan kesehatan bagi keluarga yang tidak mampu seperti jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan jamkesda (jaminan kesehatan daerah). Persyaratan mendapatkan jamkesmas dan jamkesda adalah:
  1. Memenuhi persyaratan yang tercantum dalam daftar nominative jamkesda dan jamkesmas.
  2. Pendataan dilakukan oleh ketua RT sehingga dapat mengetahui secara objektif keadaan mayarakat pemohon.
Jenis penyakit yang umumnya diderita oleh warga Kaliputu adalah Hipertensi, Gatal-gatal, Diare, Demam, dan Batuk. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telah meningkat setiap tahunnya, hal ini ditunjukkan dengan jumlah orang yang datang ke Puskesmas 50 orang/hari. Program lainnya yang sudah berjalan dengan baik adalah program KB (Keluarga Berencana). Alat kontrasepsi suntik lebih diminati warga daripada alat kontrasepsi spiral dan alat kontrasepsi kondom. Kontrasepsi pil juga diminati banyak warga sekitar. Tetapi masih ada beberapa warga yang tidak menggunakan metode KB.
Pola hidup masyarakat Desa Kaliputu umumnya sudah baik berdasarkan pola makan masyarakat, umumnya makan 3 kali sehari.
Masyarakat Desa Kaliputu belum sepenuhnya baik dalam hal pengolahan sampah. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana kebersihan yang belum memadai yaitu hanya tersedia 1 Tempat Pembuangan Sementara (TPS), 4 unit gerobak sampah, 2 tong sampah. Sampah belum diolah secara baik. Sampah rumah tangga hanya dibuang ke dalam gorong-gorong besar ataupun sungai. Cara pembuangan sampah seperti ini belum menimbulkan dampak negative yang berarti tetapi apabila dibiarkan terus menerus tentu saja akn menimbulkan masalah kesehatan bagi warga Desa Kaliputu.